Jumat, 26 Oktober 2018

Jumat, Oktober 26, 2018

hot news...Perubahan SBMPTN 2019...Simak Yuks !!!


Ada 6 Aturan Baru SBMPTN 2019, Simak Penjelasan Berikut Ini

Selasa, 23 Oktober 2018 08:36

MENTERI Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (22/10/2018). 


KEMENTERIAN
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) Tahun 2019.
Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti (22/10/2018) menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.
Kebijakan tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

1. Institusi LTMPT
Untuk itu mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi:
* Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor
* PTN Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK).

2. Tes dulu, dapat nilai, daftar PTN
Tahun 2019 mendatang Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dan sistem pelaksanaannya pun berbeda.
"Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Menteri Nasir.

3. Hanya ada 1 model tes
Menristek menambahkan, pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan).

4. Ada 2 materi tes
Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Untuk soal TKA, lanjut Menristek, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).

5. Bisa melakukan tes 2 kali
Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.
Ia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda.
Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

6. UTBK diselenggarakan 24 kali
Ravik menambahkan, UTBK akan dilakukan sebanyak 24 kali dalam setahun.
"Kami akan menyelenggarakan UTBK selama 24 kali dalam setahun, dalam waktu 12 hari yakni Sabtu dan Minggu," jelasnya.
Pelaksanaan SBMPTN akan dilaksanakan bulan Maret 2019 dan akan serentak dimulai Pk. 08.00 dan Pk. 13.00 tambahnya.
Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN. (Yohanes Enggar Harususilo)



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ada 6 Aturan Baru SBMPTN 2019, Simak Penjelasan Berikut Ini, 





Editor: Fred Mahatma TIS


Jumat, 19 Oktober 2018

Jumat, Oktober 19, 2018

2019, SBMPTN Akan Dihapus

Penerimaan Mahasiswa Baru | Seleksi Model “Test Center” Mulai Dirinti
Senin 15/1/2018 | 05:07
Foto : ISTIMEWA Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir.

Ke depan, proses seleksi akan lebih melihat potensi akademik dan kemampuan seseorang.
JAKARTA – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mewacanakan model penerimaan mahasiswa baru melalui Pusat Layanan Tes (“Test Center”) di 2019. Model baru ini akan menggantikan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tulis atau Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruaan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan jumlah peserta SBMPTN dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di 2018.
Menurut Nasir, UTBK ini akan menjadi embrio model penerimaan mahasiswa baru melalui “Test Center” yang akan diterapkan mulai tahun depan.
Pusat Layanan Tes ini merupakan salah satu terobosan yang akam menitikberatkan pada penggalian potensi akademik calon mahasiswa. “Selama ini kan model SBMPTN selalu ujian tulis, dan sangat tinggi risiko kebocoran soal, dan mata uji yang diujikan belum tentu pas,” kata Nasir, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ke depan, kata Nasir, proses seleksi akan lebih melihat potensi akademik dan kemampuan seseorang. “Kadang saat anak di sekolah SMA, dia anaknya kurang rajin karena terbatas oleh fasilitas sekolahnya, ada anak SMA fasilitasnya lengkap tersedia semuanya. Ini kan hasil SBMPTN-nya pasti akan beda,” jelasnya.
Padahal, menurut Nasir, kemampuan akademiknya sangat mungkin sama. “Nah, ‘Test Center’ inilah yang akan menggantikam agar sistem tes seleksinya tidak seperti SBMPTN ini lagi,” terangnya.
Dengan begitu, Nasir berharap seleksi masuk PTN tahun depan hanya ada SNMPTN dan menghapus model SBMPTN. Model seleksi di “Test Center” ini tidak hanya dibuka satu kali dalam setahun, namun sepanjang tahun. “Ya dengan diterapkan ya sistem ini, maka SBMPTN rencananya dihapus tahun depan, harapan saya jadi hanya ada SNMPTN saja,” tambahnya.
Ketua Panitia SNMPTN /SBMPTN 2018, Ravik Karsidi mengatakan dengan model “Test Center” memungkinkan siswa untuk mengikuti tes PTN lebih dari satu kali. “Penyelenggaraannya bisa lebih dari dua kali, mulai semester 5 ketika siswa sudah yakin maka boleh masuk test center ini,” papar dia.
“Pada prinsipnya, kata Ravik, keberadaan “Test Center” akan memberi kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan tes seleksi,” katanya.
Secara terpisah, pemerhati pendidikan, Totok Amin Soefijanto, berpendapat seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen.
“Melalui lembaga yang independen lebih adil bagi calon mahasiswa. Mereka tes beberapa kali, sementara dari sisi perguruan tinggi dapat mengukur kompetensi dengan lebih akurat,” ujar Totok Amin Soefijanto yang pemerhati pendidikan dari Universitas Paramadina.
Menurut Totok, dengan lembaga independen yang melakukan tes maka sama seperti seleksi calon mahasiswa di Amerika Serikat, yang menggunakan skema SAT Reasoning Test atau SAT yang dilakukan lembaga independen.
Totok mengatakan selama ini penerimaan mahasiswa baru di Tanah Air, belum berdasarkan tes minat dan bakat, serta kompetensi dasar untuk bidang studi yang dituju.
Kegiatan SNMPTN
Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti meluncurkan secara resmi dimulainya kegiatan SNMPTN) dan SBMPTN) tahun 2018. Mulai hari ini, Sabtu (13/1) sekolah sudah mulai dapat mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) untuk mengikuti seleksi di jalur SNMPTN. Tahun ini jalur penerimaan mahasiswa baru masih dilakukan melalui SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri.
Jalur SNMPTN, yaitu seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik siswa yang bersumber dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sedangkan SBMPTN, seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dengan metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.
Sementara, Seleksi Mandiri, yaitu seleksi yang diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN dan dapat memanfaatkan nilai hasil SBMPTN. “Jumlah komposisi daya tampung pada setiap program studi PTN untuk ketiga jalur tersebut masih sama dengan tahun lalu. Di mana distribusi untuk SNMPTN paling sedikit 30 persen, SBMPTN paling sedikit 30 persen, dan seleksi Mandiri paling banyak 30 persen,” pungkas Nasir. cit/E-3

sumber : http://www.koran-jakarta.com/2019--sbmptn-akan-dihapus/
Tags


Senin, 15 Oktober 2018

Senin, Oktober 15, 2018

9 Kriteria penerimaan lewat jalur SNMPTN Undangan



Nilai Rapor
Pada umumnya, nilai rapor mata pelajaran yang masuk dalam Ujian Nasional (UN)yang menjadi acuan penerimaan Untuk perbandingan dua siswa, maka secara umum akan dilihat nilai total rapor mereka
02 Nilai per Mata Pelajaran
Misalnya A dan B mengambil jurusan Kimia pada suatu universitas yang sama. Secara peringkat, si A kalah, namun memiliki nilai Kimia lebih baik dari B. Dalam kasus seperti ini maka si A tetap masih bisa bersaing dengan B
03 Konsistensi
Konsisten yang dimaksudkan di sini ialah siswa tidak pernah keluar dari ranking 50 persen di kelasnya selama semester tiga hingga lima
04 Prestasi di Luar Kelas
Siswa dapat melampirkan maksimal tiga prestasi terbaiknya. Piagam atau sertifikat bukti prestasi tersebut harus dipindai (scan), lalu diunggah saat pendaftaran daring (online)
05 Akreditasi
Prestasi sekolah di ajang-ajang kompetisi atau peringkat akreditasi sekolah juga menjadi pertimbangan pihak universitas dalam memilih siswa
06 Prioritas Pemilihan Jurusan
Penentuan prioritas juga akan mempengaruhi peluang atau kesempatan siswa diterima atau tidak di jurusan tertentu yang telah ditentukan melalui tingkat prioritas.
07 Jumlah Alumni di PTN Tempat
Mendaftar Jumlah alumni SMA/SMK/MA yang kuliah di PTN tempat siswa akan mendaftar juga menjadi pertimbangan dalam jalur SNMPTN. Semakin banyak alumni yang ada di PTN tersebut maka makin bagus penilaian universitas itu terhadap sekolah tersebut
08 Faktor Pengembangan SDM
Daerah Beberapa PTN memberi jatah kepada daerah-daerah tertentu yang kekurangan SDM. Terutama jurusan-jurusan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat, seperti dokter dan guru. Hal ini dimaksudkan agar setelah lulus para mahasiswa tersebut diharapkan dapat kembali ke daerahnya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan di daerah asal
09 Aturan Khusus Tiap PTN
Aturan yang berlaku di tiap kampus tujuan juga perlu diperhatikan, terutama terkait dengan surat pernyataan kesediaan membayar

Sabtu, 13 Oktober 2018

Sabtu, Oktober 13, 2018

11 PROGRAM STUDY YANG PALING BANYAK PEMINATNYA (SAINTEK & SOSHUM)

SAINTEK - IPA

1.  PERTAMBANGAN & PERMINYAKAN
Sampai saat ini bidang perminyakan masih akan menjadi primadona karena gajinya yang menggiurkan. Pembukaan lapangan baru di Cepu dan Ujung pangkah serta lapangan gas besar di perairan Natuna menjanjikan lapangan kerja yang besar untuk jurusan Perminyakan, Geologi dan Geofisika (Fisika MIPA konsentrasi Fisika Bumi).jurusan2 itu masih sangat sedikit. Sementara kebutuhan banyak. Jangan takut tidak dapat kerjaan. Permintaan sangat besar. Gaji? jangan tanya, kerja 15 tahun mungkin sudah cukup untuk membiayai pensiun anda. Pembukaan lapangan batubara juga membuat peluang lulusan pertambangan cukup besar.

2.  ILMU KOMPUTER/TEKNIK INFORMATIKA/TEKNOLOGI INFORMASI.
Jelas, kita butuh orang IT baik Fasilkom, IF atau yang ekuivalen. lapangan kerjanya tidak akan pernah habis. kesempatan nyari proyek cukup besar. Contohnya sebagai web developer. Banyak instansi yang mulai peduli membuat web. Rate cukup tinggi, di Jogja rate untuk pembuatan web full sekitar 2,5 juta sampai 3 juta. Ini belum ditambah maintanance. Peluang lebih besar jika anda menguasai Linux, karena sekarang banyak instansi beralih ke Linux. Tips, terus update kemampuan. Yang sangat prospek saat ini dot net developer.

3. TEKNIK SIPIL/KONSENTRASI JALAN TOL
Proyek pembangunan jalan tol ribuan kilo yang dicanangkan pemerintah membuat bidang konstruksi berprospek cerah. Selain itu pembangunan tentu makin cepat dengan lancarnya transportasi.

4. TEKNIK ELEKTRO/TELEKOMUNIKASI
Dijamin, bidang Telekomunikasi sangat berprospek sampai 10 tahun mendatang. Baik untuk Vendor maupun operator. Pertimbangkan baik-baik untuk masuk Teknik Elektro konsentrasi Telekomunikasi.

5. FARMASI
Program studi ini cocok banget buat kalian yang ingin berkecimpung di dunia kesehatan.

6. TEKNIK NUKLIR
Ingat, Pemerintah sudah mencanangkan Indonesia siap untuk memiliki PLTN. Dan PLTN-PLTN akan segera dibangun.

7. MATEMATIKA (MIPA)
Jurusan yang satu ini juga jadi bahan pertimbangan karena prospek kerjanya bagus. Jurusan ini bagi siswa yang senang hitung-menghitung dan memutar logika.

8.TEKNIK MESIN,TEKNIK FISIKA,TEKNIK INDUSTRI
Pemerintah mencanangkan percepatan rasio kelistrikan dengan membangun PLTU yang total berkapasitas sekitar 10000 MW sampai 5 tahun mendatang. Dan juga beberapa mega proyek lainnya yang melibatkan berbagai engineer, terutama dari lulusan Teknik Fisika, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Industri.

9. PENDIDIKAN DOKTER
Bidang ini tidak pernah sepi lapangan kerja. Bukan cuma Kedokteran Umum tapi juga kedokteran gigi, keperawatan dan kebidanan. setiap tahun untuk Arab Saudi saja membutuhkan 2000 perawat dari Indonesia. Tapi masih sulit dipenuhi dan ini adalah peluang yang bagus. Apalagi jika dokter tersebut mengambil lagi Spesialis nya, dan tahu sendiri berapa gaji Dokter Spesialis.

10. TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN/AGROBISNIS
Keduanya masih sangat bagus prospeknya, dan sekarang mulai dilirik oleh orang banyak karena prospeknya yang bagus. Tapi, mereka bukan bagian exact engineering. Sangat bagus jika kemampuan komunikasi dan bahasa anda latih sebaik mungkin jika anda masuk jurusan ini. Kemampuan teknis tidak banyak dibutuhkan. Dan mungkin ditujukan bagi anda yang senang berwiraswasta.

11. DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV), ARSITEKTUR
Jurusan-jurusan desain (DKV, Interior, dll) Dijamin prospeknya bagus, yang masih kuliah aja udah pada dapet kerjaan.


SOSHUM - IPS
6 PROGRAM STUDY YANG PALING BANYAK PEMINATNYA

1.     MANAJEMEN
Banyak siswa memilih jurusan ini karena prospek kariernya yang sangat besar. Pemegang gelar sarjana dalam bidang manajemen bisa bekerja di sektor negeri maupun swasta. Mempelajari Ilmu Manajemen berarti kita berlatih menganalisa pengelolaan organisasi. Kemudian, menerapkan hasil analisa tersebut secara fungsional dan sesuai bidang keahlian. Di kampus, mahasiswa belajar tentang berbagai teori manajemen dan aplikasinya, Misalnya, manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen personalia, manajemen keuangan, hingga manajemen perusahaan. Mahasiswa juga diarahkan untuk selalu update terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi.
Beberapa konsentrasi yang dapat dipilih adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Manajemen Operasi dan Manajemen Pendidikan.

2.     ILMU HUKUM/HUKUM
Mahasiswa ilmu hukum belajar dan berlatih untuk menjadi ahli hukum. Di prodi ini, mahasiswa akan mendalami ilmu hukum dari berbagai segi seperti pidana, perdata, ekonomi, tata usaha negara, internasional, adat, lingkungan, dan lain-lain. Mahasiswa juga dibekali filsafat hukum, etika profesi dan kriminologi. Selain belajar di ruang kelas, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan praktik. Bahkan, ada kompetisi peradilan semu (mootcourt) yang dapat diikuti semua mahasiswa hukum

3.     AKUNTANSI
Meski terkesan rumit, prodi akuntansi selalu menjadi pilihan favorit siswa setiap tahun. Ilmu Akuntansi adalah cabang ilmu ekonomi yang mengkhususkan pembahasan tentang analisis dan komunikasi data-data ekonomis. Fokusnya adalah pada laporan keuangan. Di kampus, mahasiswa akan belajar tentang seluk beluk akuntansi, seperti akuntasi biaya, perpajakan, dan auditing. Ilmu lainnya yang dipelajari adalah manajemen akuntansi, akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, matematika bisnis, statistika, sistem administrasi, dan pemeriksaan akuntan.

4.     ILMU KOMUNIKASIIni adalah prodi paling tepat bagi para pecinta komunikasi yang ingin bekerja dalam berbagai aspek media dalam masyarakat. Mahasiswa ilmu komunikasi akan mempelajari perkembangan teori komunikasi dari masa ke masa dan pengaplikasiannya. Mereka juga belajar tentang pers, media massa, film, hubungan masyarakat, komunikasi antarlembaga, periklanan hingga manajemen komunikasi.
Selain di media massa, lulusan ilmu komunikasi dapat bekerja di berbagai bidang baik di sektor negeri maupun swasta. Prospek kerjanya yang sangat menjanjikan membuat prodi ini sangat diminati siswa dari tahun ke tahun

5.     PGSDProdi PGSD melatih mahasiswa menjadi calon guru sekolah dasar. Karena itulah, mahasiswa PGSD belajar semua hal yang dibutuhkan mulai dari teori pengajaran hingga materi pelajaran IPA dan IPS. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan di prodi ini antara lain Strategi Pembelajaran, Konsep Dasar Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, Kajian Bahasa Indonesia SD, Psikologi Perkembangan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan IPS SD, Pendidikan Keterampilan dan Kerajinan Tangan, Pendidikan IPA SD. Serta ada pula Bimbingan Konseling, Psikologi Pendidikan, Pendidikan Seni Rupa, Statistika Pendidikan, Manajemen Kelas, Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal, Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Pengembangan Kurikulum SD, Penelitian Pendidikan SD, Asesmen Pembelajaran SD dan manajemen sekolah.

6.     PSIKOLOGI/ILMU PSIKOLOGI (IPA/IPS)Seseorang yang suka memperhatikan tingkah laku orang lain bisa mendalami ilmunya di psikologi. Selain mempelajari teori psikologi dan mempraktikkannya, mahasiswa Psikologi juga harus mampu mengendalikan diri dan memegang teguh kode etik profesi. Ada beberapa bidang utama dalam psikolog yang bisa dipilih yakni Psikologi Industri, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Pengembangan. Untuk menjadi psikolog, sarjana psikologi harus melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2.

Kamis, 11 Oktober 2018

Kamis, Oktober 11, 2018

KOMUNIKASI EFEKTIF ORANGTUA-REMAJA DALAM MEMILIH JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI


Oleh FITRI ARIYANTI ABIDIN, M.PSI, PSIKOLOG



I.        PENDAHULUAN

     Salah satu kondisi yang dihadapi remaja adalah memilih jurusan di Perguruan Tinggi setelah menyelesaikan jenjang Pendidikan SMA. Berbeda dengan pemilihan sekolah di jenjang sebelumnya, pemilihan jurusan di Perguruan Tinggi merupakan momen yang krusial, yang akan menentukan profesi yang akan dijalani remaja nantinya. Oleh karena itu, pemilihan jurusan harusnya melalui proses pemikiran dan pertimbangan yang matang, yang melibatkan banyak sudut pandang. Berdasarkan pengalaman membantu kasus-kasus penjurusan, terdapat 3 kondisi terkait dengan pemilihan jurusan ini :

1. Remaja sudah tahu bidang apa yang ia sukai dan mudah baginya, sehingga ia sudah mantap menentukan jurusan yang akan dipilihnya.
2. Remaja sudah memiliki beberapa pilihan, namun bingung menentukan mana yang paling cocok untuknya.
3. Remaja masih “blank”, tidak tahu apa yang ia sukai, apa yang mudah baginya, dan jurusan apa saja yang ada.
        
      Menentukan jurusan adalah suatu proses. Dalam proses itu, remaja perlu diberikan pendampingan untuk membuat keputusan yang “cukup besar” dalam kehidupannya ini. Dalam hal ini, orangtua sebagai orang yang bertanggungjawab pada anak diharapkan menjadi pendamping utama bagi anak untuk membuat keputusan bersama. Dalam kaitannya dengan hal ini, terhadap 3 kondisi :
1. Orangtua menyerahkan sepenuhnya pilihan pada anak, akan mendukung pilihan anak.
2. Orangtua menentukan jurusan yang ia pikir terbaik untuk anak, dan anak harus mengikuti keputusan orangtua karena “anak tidak tahu apa yang terbaik buat dirinya”
3. Orangtua bersama-sama dengan anak menentukan keputusan.
        
     Idealnya, keputusan memang dibuat dan disepakati bersama antara anak dan orangtua. Bagaimanapun, yang akan menjalani kehidupannya adalah anak sendiri dan dukungan dari orangtua sangat dibutuhkan. Tulisan ini akan membahas bagaimana orangtua dan anak bisa berkomunikasi secara efektif untuk mengeksplorasi bersaam alternatif-alternatif pilihan jurusan yang paling sesuai untuk anak.

II.     MENGENAL REMAJA DAN HUBUNGAN REMAJA DENGAN ORANGTUA

Seorang remaja adalah seorang yang sedang berada pada masa peralihan antara anak dan dewasa. Sebagian ciri anak masih tampak padanya, sebagian ciri dewasa mulai tampak. Meskipun perannya dalam hubungan dnegan orangtua adalah sebagai “anak”, namun pola interaksi orangtua dengan remaja tidak boleh bersifat satu arah (menasehati, memberi tahu). Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir remaja sudah berkembang menjadi lebih aktif. Wawasan anak pun menjadi luas, bisa jadi lebih luas dibanding orangtua, dengan bantuan kemudahan menjelajah di dunia maya.
Di usia remaja, anak sudah memiliki keinginan, harapan dan nilai-nilai sendiri. Namun keinginan, harapan dan nilai-nilai ini biasanya sifatnya idealis. Di satu sisi,  orangtua biasanya sudah memiliki pengalaman nyata dalam kehidupan, yang membuatnya berpikir lebih realistis. Perbedaan ini harus disadari dan diakui, sehingga bisa dikelola tidak menjadi hambatan dalam berkomunikasi dengan remaja. Di usia remaja, sedang menonjol kebutuhannya untuk memiliki kebebasan. Hal ini memang sesuai dengan kondisinya yang akan masuk ke masa usia dewasa awal, dimana ia perlu memiliki kemampuan untuk tidak menggantungkan diri pada lingkungan, termasuk dalam membuat keputusan.

III.   PRINSIP BERKOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN REMAJA

Sebenarnya remaja masih membutuhkan orangtuanya. Mereka masih membutuhkan masukan, arahan, pandangan orangtuanya. Apalagi untk hal-hal “besar” seperti memilih jurusan di Perguruan Tinggi. Remaja di usia ini muai mempertimbangkan juga harapan-harapan lingkungan; seperti harapan orangtua padanya, posisinya dalam keluarga, latar belakang ekonomi keluarga dll.

Idealnya, jurusan perguruan tinggi yang dipilih merupakan irisan dari :
·         Apa yang disukai anak
·         Apa yang mudah bagi anak
·         Apa yang dibutuhkan oleh “dunia”
·         Apa yang mendapatkan “bayaran”
Yang perlu diperhatikan untuk 2 poin pertama adalah, bukan hanya yang sifatnya akademis, tapi juga non akademis. Misal: yang disukai oleh anak adalah berhubungan dengan orang lain. Yang mudah bagi anak adalah menyelesaikan persoalan yang tidak melibatkan perasaan.
Untuk mendapatkan jurusan yang paling sesuai, perlu proses diskusi terus menerus antara orangtua dengan anak, bahkan jika perlu melibatkan pihak luar sebagai narasumber (misalnya psikolog, konselor di bimbingan belajar).
Tips praktis komunikasi efektif orangtua-remaja:

- Bagi orangtua:

1.   Lakukan dalam Suasana Rileks
    Suasana dalam berkomunikasi sangat ditentukan oleh suasana emosi masing-masing pihak. Jika salah satu pihak sedang dalam kondisi emosi negatif (marah, kesal, sedih), maka pembicaraan pun akan diwarnai emosi-emosi tersebut. Cari moment “santai”; oleh karena itu meluangkan waktu untuk “mengobrol” dengan remaja menjadi penting. Misalnya: ibu dengan remaja putri saat memasak bersama atau saat ke salon berdua. Ayah dengan remaja putra, misalnya dalam perjalanan berolahraga bersama. Keluarga, ketika sedang jalan-jalan santai.

2.     Mendengarkan Aktif
     Karena remaja sudah memiliki kemampuan berpikir dan wawasan yang luas, maka orangtua perlu mendudukkan anak secara “setara”. Saat anak menyatakan pendapatnya, dengarkan. Jangan menyela. Perhatikan juga bahasa tubuh anak. Bisa jadi anak mengatakan “ya” namun bahasa tubuhnya mengatakan “tidak”. Mendengarkan aktif bukan hanya “menunggu giliran untuk bicara”, tapi benar-benar mendengarkan apa yang disampaikan anak. Mendengarkan akan membuat kita memahami pikiran dan perasaan anak, apa yang ia butuhkan, apa yang harsu diluruskan, dll. Membayangkan diri kita saat berada di usia anak akan membuat kita lebih mudah untuk memahami anak.

3.     Tidak Menghakimi
       Sangat mungkin anak memiliki sudut pandang yang berbeda yang dinilai “salah” oleh orangtua. Misalnya, anak memilih jurusan yang menurut ia mudah. Atau anak memilih jurusan yang banyak dipilih oleh teman-temannya. Gali terus alasan anak memilih hal tersebut, sehingga tertangkap apa yang sebenarnya jadi kebutuhan anak. Hindari menilai anak “buruk”, melainkan pahami hal itu dikarenakan anak hanya melihat dari sudut pandangnya, sehingga anak perlu dikenalkan dengan sudut pandang lain yang lebih komprehensif. Bila anak keukeuh dengan pendapatnya, minta ia mencari data yang bisa menjadi argument yang kuat bagi pilihannya.

4.    Mendampingi Menemukan Solusi  
       Remaja adalah pembelajar yang cepat, namun untuk menganalisa persoalan, ia butuh arahan. Saat anak merasa bingung atau terdapat perbedaan endapat yang tidak menemukan titik temu, pikirkan bersama bagaimana solusinya. Jangan minta anak untuk mencari solusinya sendirian. Sehingga solusi diperoleh dari proses diskusi, bukan menasihati. Misalnya bersama-sama browsing alternatif-alternatif jurusan, bersama-sama ngobrol dengan orang yang telah menjalani profesi yang dipilih orangtua atau anak.

5.      Rendah Hati Mengakui Bahwa Anak Bukan Diri Kita
      Apabila anak telah memiliki pilihan yang mantap dan disertasi alasan yang masuk akal, meskipun tidak sesuai dengan keinginan orangtua, maka orangtua harus berbesar hati memberikan dukungan. Hal ini dikarenakan yang akan menjalaninya adalah anak, bukan kita. Dan anak bukan diri kita. Bisa jadi ia memiliki potensi-potensi yang tidak kita miliki.


-  Bagi anak:

1.     Lakukan dalam Suasana rileks
      Jika ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan pada orangtua, maka cari situasi dimana orangtua dan diri kamu sendiri sedang dalam suasana rileks. Jika orangtua tidak memperhatikan seperti harapan kamu (misal mendengarkan sambil melihat layer smartphone), katakan jika kamu ingin bicara dengan serius.

2.     Mendengarkan Aktif Dan Membuka Pikiran
       Meskipun pengetahuan kamu mungkin lebih banyak daripada orangtuamu, dan kamu berpendapat bahwa kamu lebih tau diri kamu dibanding dengan orangtuamu, namun kamu harus ingat bahwa orangtuamu peduli pada apa yang terbaik buatmu (meskipun cara mengekspresikannya bisa jadi berbeda). Selain itu, orangtuamu sudah “menjalani dunia nyata”, sehingga mereka sudah memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dibanding kamu. Dengarkan dan buka pikiranmu, agar kamu bisa menerima sudut pandang orangtua.

3.   Tidak Langsung Menutup Diri Dan Merasa Bahwa Orangtua Tidak Memahami Diri Kita
     Bahwa orangtua punya harapan padamu, itu adalah hal yang wajar. Orangtua juga cenderung akan menasehati berdasarkan pengalamannya. Misalnya: orangtua melihat bahwa lulusan jurusan x pasti sukses. Tapi kamu punya pilihan berbeda. Menurut pengamatanmu, kesuksesan yang ingin kamu raih adalah kesuksesan seperti yang kamu lihat dari orang-orang lulusan jurusan “y”. Ungkapkan itu pada orangtuamu. Sehingga bersama-sama bisa melihat faktanya.

4.    Minta untuk Didampingi Menemukan Solusi
       Jangan ragu untuk minta ditunjukkan solusinya. Misal ada jurusan yang menurut kamu akan sulit kamu jalani dan kamu tidak yakin apakah bisa menjalaninya. Tanya pada orangtuamu, bagaimana alternatif cara untuk menjalaninya. Jika orangtuamu memberikan nasehat yang sifatnya “abstrak” misalnya : “kamu harus usaha dong!”. Jangan ragu bertanya usaha apa yang bisa disarankan oleh orangtua untuk dilakukan.

5.  Membuat Keputusan Dan Siap Dengan  Konsekuensinya Saat Masih Berbeda Pendapat
      Saat kamu sudah punya pilihan mantap dengan alasan yang kuat namun tetap berbeda pendapat dengan orangtua, mau tidak mau kamu harus membuat keputusan. Yang harus diingat adalah, setiap keputusan ada konsekuensinya. Konsekuensi itu yang harus kamu tanggung. Oleh karena itu, ungkapkan pada orangtua kemungkinan-kemungkinan kesanggupan kamu menanggung resikonya jika kamu mengikuti pilihan orangtua, dibandingkan jika kamu memilih jurusan yang kamu suka. Misalnya: jurusan pilihan orangtuamu akan sulit kamu kuasai, sehingga nilainya nanti tidak optimal, IPKnya jelek, mencari kerja jadi sulit. Namun jika memilih jurusan yang kamu sukai, kamu akan mencapai nilai akademik yang baik. Dengan demikian, kamu juga jadi harus bertanggung jawab dengan pilihanmu.

IV.   PRINSIP MEMOTIVASI REMAJA

Motivasi berasal dari bahasa latin, “movere” yang artinya menggerakkan. Dengan demikian, motivasi artinya sesuatu yang membuat seseorang “bergerak” menuju tujuannya. Dorongan ini bisa berasa dari dalam (motivasi internal) dan bisa juga berasal dari luar (motivasi eksternal). Pada remaja, diharapkan motivasi sifatnya lebih dominan internal. Oleh karena itu, hal-hal yang perlu ada untuk memotivasi adalah:

1.     Menetapkan Tujuan
       Tujuan ini harus disepakati bersama, sehingga menjadi tujuan anak juga, bukan hanya tujuan orangtua.  Tujuan harus bersifat SMART (Spesifik, Measurable, Attainable, Result Oriented, Time Limit). Misalnya: “masuk jurusan yang bagus” (bukanlah tujuan yang SMART). Tapi “nilai tryout pertama minimal 30% “ adalah tujuan yang SMART

2.     Memahami Mengapa Anak Tidak Termotivasi
     Anak tidak termotivasi bisa karena berbagai hal. Misal: target terlalu tinggi, tidak mendapatkan penghargaan jika berhasil, merasa tidak akan sanggup mencapai tujuan, sangat dipengaruhi lingkungan, dll. Identifikasi alasan dibalik tidak tumbuhnya motivasi menjadi penting untuk mengelola diri dan lingkungan agar motivasi bisa tumbuh.

3.     Berproses 
       Semangat untuk bergerak mencapai prestasi akan tumbuh jika ada keyakinan bahwa kita bisa menjadi lebih baik. Untuk mencapai hal ini, maka keyakinana bahwa “aku bisa” menjadi perlu. Caranya adalah, menentkan target-target keberhasilan secara realistik dan bertahap, serta memberi penghargaan saat keberhasilan itu tercapai. Dalam berproses ini, titik awalnya adalah kondisi anak. Jangan bandingkan dengan orang lain, melainkan bandingkan dengan diri sendiri sebelumnya.

V.         PENUTUP

Komunikasi yang baik antara anak dan orangtua merupakan bentuk nyata hubungan baik antara keduanya. Untuk mewujudkannya, perlu upaya dari kedua belah pihak. Tidak mudah, namun bukan  mustahil untuk bisa diwujudkan. Yang penting ada keinginan untuk mewujudkannya, ada upaya untuk mencari ilmunya, dan kesediaan untuk melatihnya.

Rabu, 10 Oktober 2018

Rabu, Oktober 10, 2018

TIPS LULUS SBMPTN 2018


Pada kesempatan kali ini, SSC akan membagikan beberapa tips cara belajar yang efektif khususnya buat kalian yang ingin lulus SBMPTN 2018.

Yuk, kita simak beberapa tips berikut ini :
1. Belajar yang Konsisten.
Konsistensi dalam belajar itu adalah hal yang paling utama agar kita terbiasa dengan pola belajar yang rutin dan berulang. Tidak sedikit diantara teman-teman kita yang punya ranking di atas tapi mereka tidak konsisten dengan pola belajar mereka, contohnya kadang mereka belajar materi UN kadang belajar materi SBMPTN, pada akhirnya mereka tidak lolos di SBMPTN.
Kedua materi tersebut memang berhubungan, namun bobot soalnya jauh berbeda. Hal ini bukan berarti belajar UN gak penting loh, tapi alangkah lebih baik jika kita membiasakan diri buat belajar materi yang memiliki bobot soal lebih tinggi dan yang memiliki wawasan lebih luas agar yang bobotnya lebih mudah kita sudah bisa melahapnya. Dan menurut yang sudah-sudah, nilai UN itu cenderung gak berpengaruh sama sekali. 

2. Atur Jam Belajar.
Menurut sebuah studi, ada waktu-waktu tertentu agar otak kita mudah memahami informasi yang masuk saat belajar, yaitu :

A. Belajar Dini Hari Jam 03.00 s/d Jam 05.00
    Belajar di dini hari adalah waktu yang sangat tepat. Bagaimanapun belajar jam segini terkadang membuat kita sangat ngantuk dan selalu ingin tidur. Jadi persiapkan juga dirimu saat malam harinya dengan tidur terlabih dahulu, dan alangkah baiknya diawali dengan shalat tahajud bagi para muslim.

B. Belajar Pagi Hari Jam 06.00 s/d Jam 10.00
    Waktu belajar seperti ini sangat bagus untuk otak karena saat pagi hari otak masih segar dan sama sekali belum digunakan untuk berfikir setelah terbangun dari tidur, sehingga otak sangat siap untuk digunakan karena masih cepat menerima pelajaran dan masih segar-segarnya.

C. Belajar Malam Hari Jam 18.30 s/d 21.30
    Malam hari emang waktu yang sering dipake untuk belajar atau hanya sekedar mengerjakan tugas sekolah, namun jangan sampai terlalu larut dan begadang.

waktu-waktu diatas bisa disesuaikan dengan gaya belajar yang kamu banget itu yang mana, asal jangan diforsir dan digas selama 2-3 jam full. Bikin partisi durasi belajarmu. Misal : setiap hari belajar 2 jam, dengan tiap 30 menit belajar dilanjutkan dengan istirahat 10 menit, lalu sambung lagi belajarnya, dan istirahat lagi, begitu seterusnya. 

3. Mulai dari Materi dasar.
Sebaiknya sebelum kamu belajar, kenali dulu tipikal soal yang biasa muncul itu kaya gimana, tulis bab apa aja yang belum dikuasai, dan mulai atur strategi belajarmu dimulai dari materi paling dasar hingga aplikasinya.
Jangan juga langsung belajar ngerjain soal yang susah, nanti yang ada otak cepat lelah n bikin kita mudah menyerah.

4. Buatlah Kelompok Belajar
Ajak teman-teman kamu yang sama-sama mau berjuang, mau bekerja keras, dan bisa saling sharing. Pertanda kamu menguasai materi dengan baik itu kalau bisa ngajarin ke orang lain. Percaya deh, belajar yang paling efektif itu adalah mengajar. So, build your own team ! 

5. Ikuti Try-Out (TO)
TO itu sangat penting dilakukan, baik online maupun offline. Karena dengan TO, kita bisa mengukur kemampuan kita sudah sejauh mana dan juga bisa mengatur strategi dalam bersaing, serta bisa membuat kita lebih realistis lagi. Realistis disini bukan berarti abis liat nilai TO yang gak lolos, terus kamu malah nurunin target ya, tapi justru kamu harus memperbesar usahamu. Selain itu TO juga membiasakan otak dan mentalmu agar lebih terbiasa dengan suasana SBMPTN aslinya, loh. Bisa dipastikan juga kalau teman-teman kita yang gak mau ikut TO itu biasanya sangat gugup saat SBMPTN dan akhirnya gak bisa maksimal ngerjain tesnya.

6. Atur Strategi Memilih Jurusan
Jangan pilih ketiganya yang sama ketat! Pilihan 1 itu impianmu, pilihan 2 itu strategimu, dan pilihan 3 itu cadangan yang aman, namun ketiganya harus sesuai dengan minat dan bakatmu. Sesuaikan juga Pass In Grade (PIG) dengan hasil TO.
Jangan terlalu memaksakan kehendak jika nilai TO kamu masih jauh dibawah PIG target Prodi & PTN favorit impianmu jika kamu sudah merasa effort-mu sudah mati-matian. Kalau masih keukeuh tapi usahamu ga ditambah, itu namanya sombong dan gak sadar diri..hehe ^_^
So, jangan sampai salah strategi yaa..

8. Berdo'a
Jika sudah berusaha sekerasnya dengan belajar siang malam, jangan lupa berdoa. Minta doa restu dari orang tua dan bimbingan dari Tuhan. Karena usaha yang keras tanpa diiringi dengan do'a akan menjadi sia-sia.

Pesannya adalah percayalah bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kalau belum berhasil, artinya usahamu kurang keras. Tapi kalau sudah berusaha keras tapi belum berhasil, jangan pernah sesekali menyalahkan keadaan apalagi orang lain, tapi cobalah mulai instropeksi diri dan mulai evaluasi kesalahan apa yang sudah kamu lewatkan. Tuhan pasti punya cara tepat buat kasih kita cerita indah di waktu yang tepat.

Oke, sekian tips dari SSC kali ini. Semoga bermanfaat buat kalian para pejuang SBMPTN 2018 dan bisa tercapai lulus di Prodi & PTN favorit impianmu.
Terima kasih.
Salam Semangat dari SSC !!!

Selasa, 09 Oktober 2018

Selasa, Oktober 09, 2018

INSPIRASI !!!

Konsep Sepuluh Ribu Jam

Orang-orang yang memiliki keahlian atau bakat kelas dunia, ternyata mereka telah menghabiskan waktunya untuk menekuni bidangnya selama 10.000 jam. Bill Gates, telah menghabiskan waktunya untuk menekuni programmer sampai 10.000 jam. Para pemain musik yang sudah menekuni bidangnya sampai 10.000 jam di usia 20 tahun, mereka akahirnya menjadi pemain musik kelas elite. Jika mereka menghabiskan waktunya 8000 jam, mereka menjadi pemain musik yang profesional, tapi tidak masuk ke kelas elite. Jika mereka hanya menghabiskan 6000 jam, mereka hanya menjadi guru musik di sekolah negeri. Penghasian yang diperoleh dari ketiga jenis profesi ini sangat jauh berbeda. Guru musik di sekolah negeri, penghasilannya kalah jauh dengan pemain musik profesional. Pemain musik profesional penghasilannya kalah jauh dibandingkan dengan pemain musik elite. Zaman dahulu berbeda dengan zaman sekarang. Di zaman dahulu, jika orang mengerjakan sedikit, dapatnya juga sedikit. Jika mereka mengerjakan sedang-sedang, maka dia akan mendapatkan sedang-sedang. Jika mereka mengerjakan banyak, maka hasilnya juga banyak. Pada zaman sekarang kondisinya jauh berbeda. Jika seseorang mengerjakan sedikit, maka dia tidak mendapat apa-apa. Jika seseorang mengerjakan sedang-sedang, maka dia akan mendapatkan sedang-sedang, dan jika dia mengerjakan banyak, maka dia akan mendapatkan segalanya. Pelari sprint 100 m yang juara 1 dengan juara 2, memiliki hasil yang jauh berbeda, padahal mereka hanya berbeda seper sekian detik. Hadiah yang dperoleh juara 1 jauh berbeda dengan juara 2. Jika ada perusahaan obat kuat ingin memakai bintang iklan pelari ini, maka yang dipakai adalah yang juara 1. Jika ada perusahaan sepatu yang ingin memakai pelari maka yang dipakai adalah yang juara 1. Jika orang ingin mencari motivator dari olahragawn lari, maka yang dipakai adalah juara 1. Jadi, jika kita perhatikan, kalau seseorang enjadi nomor satu di bidangnya, maka dia akan mendapatakan segalanya. Olahragawan internasional, profesional kelas dunia, pembicara keas internasional, pemain musik, bahkan sampai penjahat kelas kakap, mereka telah melatih dirinya hingga 10.000 jam. Jadi, jika anda ingin menjadi nomor satu di bidang anda, maka luangkanlah waktu 10.000 jam anda. Jika seseorang menekuni bidangnya selama 10 jam setiap hari, maka dalam waktu 3 tahun dia akan mencapai 10.000 jam. Fokuslah pada bidang anda selama 10 jam setiap hari selama 3 tahun, maka anda akan memiliki prestasi yang sangat cemerlang. Selamat mencoba.
#SSC MENTAL JUARA
"Jadilah PEJUANG yang selalu mencari JALAN, bukan PENGECUT yang sibuk mencari ALASAN"
"PENGECUT sering berhenti berjuang saat cobaan datang menghadang. PEJUANG hanya akan berhenti berjuang saat malaikat maut datang menjemput".

----"SONY SUGEMA"----